ADAKAH BAPAK ANGKAT BUAT KAMI???????
Selasa, 10 Maret 2009
Rabu, 04 Maret 2009
PUTRA WIJAYA JUARA EKSEBISI ASCO
SSB Putra Wijaya akhirnya menjadi yang terbaik setelah difinal mengalah SSB Ripan,s Lubuk Buaya dengan Skor 2-1. Eksebisi yang diikuti 6 tim terbaik kota Padang ini yang mana terdiri dari Asco Glori dan Victori sebagai tuan rumah, Ripan,s, Taruna Mandiri, Anak Bangsa dan Putra Wijaya ini, yang pertandingannya berlangsung dari Pagi sampai sore ini memghasilkan Putra Wijaya sebagai yang terbaik pada Eksebisibi kelahiran tahun 1992-1993 ini.
Putra Wijaya adalah merupakan tim yang tak pernah kalah pada eksebisi ini yang mana disemifinal mengalahkan Taruna Mandiri 2-0 sehingga Putra Wijaya berhak melangkah ke Final untuk bertemu Ripan,s.
Pada pertandingan ini Putra Wijaya menurunkan seluruh pemain terbaiknya. Pada babak pertama Putra Wijaya sudah melihatkan permainan yang cukup cepat baik serangan dari sayap maupun dari tengah. Gol awal Putra Wijaya berawal dari serangan sayap yang cepat yang dilakukan oleh Rapit yang berduet dengan Fajri Maidil pada babak pertama itu. Sehingga Rapit dapat menusuk pertahanan Ripan,s yang tertinggal oleh serangan balik Putra Wijaya ini dan terciptalah gol pembuka melalui Rapit pada menit ke 17.
Setelah unggul 1-0 anak-anak Putra Wijaya ini tidak mengendorkan serangan, sehingga membuat pertahanan Ripan,s yang dikomandoi oleh Iswandi ini kembali kecolongan oleh aksi dua orang striker Putra Wijaya ini yaitu Rapit dan Fajri, yang mana Rapit dapat lepas dari hadangan pemain belakang Ripan,s dan Fajri menyelesaikannya menjadikan skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Putra Wijaya. Dan pada menit terakhir pada Babak ke I Ripan,s membalas sehingga skor berubah menjadi 2-1.
Pada Bapak kedua pertandingan berjalan dengan cepatnya. Gelandang Putra Wijaya di motori oleh Alberdo, Andi,Afandra dan Fauzan mengalirkan umpan-umpan cepat kepada Arief dan Anggi Arahim yang menggantikan Rapit dan Fajri pada babak ke II. Tetapi belum juga menghasilkan gol. Dan Ripan,s pun tak mau kalah, anak-anak Ripan,s memulai mempergunakan lebar lapangan untuk membuka pertahanan Putra Wijaya yang dimotori oleh Rizki Fajri, Oki, Rendra dan Rizki M Husein ini tidak dapat ditembus oleh penyerang Ripan,s. Sehingga Skor tetap tidak berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Putra Wijaya dan berhak mendapatkan Tropi tetap Ir, Yultekhnil,MM.
SSB PUTRA WIJAYA MENUJU AJANG PRESTASI
Nama SSB Putra Wijaya Padang mungkin untuk kalangan orang dikota Padang mungkin masih penasaran. Bagaimanakah SSB yang tidak ada Bapak Angkat bisa menjadi besar dan begitu familiar ditengah anak-anak remaja dan usia dini kota Padang. Kuncinya adalah kemauan, belajar dan disiplin. Sehingga SSB Putra Wijaya Padang yang diasuh oleh anak-anak muda kota Padang ini bisa berprestasi layaknya SSB yang telah besar seperti PSTS Tabing, Padang Yunior, Putra Bahari, Taruna Mandiri, Anak Bangsa, Balai Baru dan BBC Batung Taba.
Dalam beberapa dekade ini ini anak-anak Putra Wijaya sudah dapat memperlihatkan hasil yang cukup bagus bagi SSB yang baru berumur muda ini dengan mempersembahkan Tropi bagi SSB Putra Wijaya baik pada even Tournamen maupun Eksebisi.
Dalam Tournamen Senior Putra Wijaya menjadi nomor dua setelah di Final kalah dalam adu Finalti dengan Club Rajawali. Dalam Kelompok umur kelahiran tahun 1993-1992 meraih juara tiga untuk tigkat kota Padang pada bulan Agustus 2008. Sedangkan untuk kelompok Umur kelahiran 1995 menjadi runner up (juara dua) pada tournamen yang diadakan PSKS Kurao dilapangan Diklat Sungai Sapih Padang pada Bulan Januari 2009. Sedangkan kelahiran 1996-1997 menjadi juara I pada tanggal 1 Februari 2009 dilapangan Imam Bonjol Padang dalam tingkat eksebisi yang diikuti oleh 16 tim SSB terbaik kota Padang. Dan pada 15 Februari 2009 kelahiran 1992-1993 yang unjuk kebolehan dengan menjadi yang pertama di Tournamen Asco Padang Sarai pada tingkat Eksebisi yang memperebutkan Piala Ir, Yultekhnil,MM. Sehingga semua itu membuat SSB Putra Wijaya Padang menjadi bersemangat untuk menjadi yang terbaik dan siap bersaing dengan SSB yang telah punya nama dikota Padang. Yang mana tujuannya adalah untuk kemajuan sepak bola Kota Padang dan berharap akan menjadi penyumbang bibit dan bakat kota Padang untuk menjadi yang terbaik dan berprestasi ditingkat nasional.
SEJARAH SSB PUTRA WIJAYA PADANG
SSB Putra Wijaya Padang pertama kali muncul atas ide saudara Uthan Hal Hakim, SE yang pada saat itu masih menjadi pelatih Intercom Toyota Padang. Karena banyaknya minat kawula muda pada waktu itu yang aspirasinya tidak tertampung oleh club Intercom Toyota Padang, maka pada tanggal 10 September 2004 diadakan rapat pemuda yang pada waktu itu banyak berdomisili di Komplek Wisma Indah Asrama Haji Tabing Padang.
Setelah rapat itu terbentuklah suatu nama club sepak bola yang diberi nama Wijaya FC Padang, yang mana latihannya dipusatkan pada lapangan PSTS Tabing Padang, setiap minggu sore. Seiring waktu dan pesatnya minat pelajar dan pemuda yang bergabung pada club Wijaya Padang maka para pengurus club yang masih dipimpim oleh saudara Uthan Hal Hakim, SE mencoba mencari bapak angkat dari perusahaan kontraktor, maka berubahlah nama club pada saat itu menjadi Syantyaya Padang.
Kemudian club ini pindah lapangan ke lapangan Angkasa Tabing Padang dan disanalah sejarah club ini mendirikan SSB Putra Wijaya Padang. Menjelang pertengahan tahun 2006 bapak angkat club ini tidak bisa lagi mendanai pertumbuhan club ini, sehingga berubahlah kembali nama club ini menjadi nama awal Wijaya FC Padang. Dan akhir Oktober 2006 maka dirubahlah nama club ini menjadi Putra Wijaya Padang.
Karena banyaknya yunior kelompok umur yang bergabung maka didirikanlah Sekolah Sepak Bola pada tanggal 10 November 2006 yang diberi nama SSB Putra Wijaya Padang.Sehingga jadwal latihanpun ditambah menjadi 3 kali dalam seminggu.
Karena pesatnya perkembangan SSB ini maka saudara Uthan Hal Hakim, SE mencoba untuk mengaet sokongan dari pejabat Pemda Kota Padang, sehingga diangkatlah Bapak Drs, Djunardi,MM menjadi Ketua SSB Putra Wijaya Padang dan Ir, Rudi Fadhilah menjadi Sekjen SSB Putra Wijaya Padang.Dan pada tanggal 18 Januari 2007 maka secara resmi SSB Putra Wijaya Padang didaftarkan langsung menjadi anggota Lembaga Sekolah Sepak Bola Padang yang diterima langsung oleh Bapak Yulius Dede dan Bapak Ganefardi.
Sehingga SSB Putra Wijaya Padang sampai saat ini telah menghasilkan pemain untuk Hoarnas Kota Padang seperti Arief Qaidul Hakim dan Afandra Syah Putra. Yang telah membawa Hoarnas Kota Padang sampai kesemifinal tingkat Sumbar.
Dan penanganan langsung dilapangan langsung diatur oleh Saudara Uthan Hal Hakim, SE yang menjabat sebagai Ketua Harian dan sekaligus sebagai pelatih kepala. Dan penasehat pelatih diserahkan kepada Afdal Yusra.
KEGIATAN SSB PUTRA WIJAYA PADANG
Putra Wijaya Tahan PSTS
Jumat, 25 Juli 2008
PADANG,METRO-- Tim Putra Wijaya menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya, turnamen sepakbola Fauzi Bahar Cup U-19, setelah dalam laga pembuka grup A di lapangan PSTS sore kemarin, Putra Wijaya berhasil menahan tuan rumah PSTS Garuda 1-1.
Hasil ini tentu menguntungkan Putra Wijaya, soalnya mereka berhasil menahan tim unggulan dan lawan berikutnya secera teknik masih dibawah tuan rumah PSTS. Sementara PSTS Garuda kendati bermian imbang peluang mereka untuk menjadi yang terbaik dalam turnamen ini masih terbuka lebar. Tim ini masih menyisahkan dua laga lagi menghadapi Ripan Lubuk Buaya dan Balai Baru.
Sementara, untuk menjaga spotifitas dan perlihatkan kemampuan selama turnamen berlangsung, olahraga ini perlu kerjasama jadi jalankanlah kerjasama yang baik, agar bisa memenangkan pertandingan. Hal tersebut diungkapkan Fauzi Bahar saat membuka Turnamen Sepakbola Fauzi Bahar Cup U-19 di lapangan sepakbola PSTS Tabing Padang kemarin.
“Di Sumbar ini ada dua tim Divisi Utama yakni Semen Padang dan PSP Padang. Sesuai aturan dua tim ini wajib mempunyai tim yunior yang berusia 19 tahun. Mereka bisa mencari pemainnya pada iven ini, karena tujuan kegiatan ini juga mengarah ke arah itu,” ungkapnya.
Turnamen ini diikuti 16 SSB terbaik di Kota Padang. 16 tim ini akan berlaga lebih kurang sebulan dan mereka dibagi dibagi dalam empat grup. Di babak pertama mereka akan mengunakan sistem setengah kompetisi, juara dan runner up akan melangkah ke babak delapan besar. Di babak delapan besar ini tim yang lolos akan dibagi dua grup. Juara dan runner up melangkah ke semifinal, di babak empat besar ini mereka akan memakai sistem gugur, pemenang akan melangkah ke babak final.(can)
Jumat, 25 Juli 2008
PADANG,METRO-- Tim Putra Wijaya menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya, turnamen sepakbola Fauzi Bahar Cup U-19, setelah dalam laga pembuka grup A di lapangan PSTS sore kemarin, Putra Wijaya berhasil menahan tuan rumah PSTS Garuda 1-1.
Hasil ini tentu menguntungkan Putra Wijaya, soalnya mereka berhasil menahan tim unggulan dan lawan berikutnya secera teknik masih dibawah tuan rumah PSTS. Sementara PSTS Garuda kendati bermian imbang peluang mereka untuk menjadi yang terbaik dalam turnamen ini masih terbuka lebar. Tim ini masih menyisahkan dua laga lagi menghadapi Ripan Lubuk Buaya dan Balai Baru.
Sementara, untuk menjaga spotifitas dan perlihatkan kemampuan selama turnamen berlangsung, olahraga ini perlu kerjasama jadi jalankanlah kerjasama yang baik, agar bisa memenangkan pertandingan. Hal tersebut diungkapkan Fauzi Bahar saat membuka Turnamen Sepakbola Fauzi Bahar Cup U-19 di lapangan sepakbola PSTS Tabing Padang kemarin.
“Di Sumbar ini ada dua tim Divisi Utama yakni Semen Padang dan PSP Padang. Sesuai aturan dua tim ini wajib mempunyai tim yunior yang berusia 19 tahun. Mereka bisa mencari pemainnya pada iven ini, karena tujuan kegiatan ini juga mengarah ke arah itu,” ungkapnya.
Turnamen ini diikuti 16 SSB terbaik di Kota Padang. 16 tim ini akan berlaga lebih kurang sebulan dan mereka dibagi dibagi dalam empat grup. Di babak pertama mereka akan mengunakan sistem setengah kompetisi, juara dan runner up akan melangkah ke babak delapan besar. Di babak delapan besar ini tim yang lolos akan dibagi dua grup. Juara dan runner up melangkah ke semifinal, di babak empat besar ini mereka akan memakai sistem gugur, pemenang akan melangkah ke babak final.(can)
PRESTASI SSB PUTRA WIJAYA PADANG
Turnamen Sepakbola U-19 Fauzi Bahar Cup 2008, Putra Wijaya Tahan PSTS
Sabtu, 26 Juli 2008
Padang, Padek-- PS Putra Wijaya Tunggul Hitam Padang mengawali Open Turnamen Sepakbola U-19 Fauzi Bahar Cup 2008, di lapangan PSTS Tabiang Padang dengan manis. Dalam laga perdana di Grup A turnamen yang dibuka Walikota Padang Fauzi Bahar, kemarin, Yonda dkk menahan tuan rumah PSTS 1-1 (1-1).
Bagi Putra Wijaya, hasil tersebut jelas sebuah prestasi menggembirakan. Soalnya, menurut Edi Yusa, pelatih tim yang ber-home base di lapangan Yonif 133 Yudha Sakti Padang (belakang Minang Plaza) itu, tim mereka baru saja berdiri beberapa bulan lalu.
”Ya, tim kami memang belum lama terbentuk. Makanya, mampu menahan imbang PSTS yang sudah memiliki nama besar, bagi kami sebuah hasil yang menggembirakan. Mudahan-mudahan ini sebuah pertanda kami bisa melangkah ke babak berikutnya,” ujar Edi Yusa dan diamini manajer tim Wahid kepada Padang Ekspres, usai pertandingan.
Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Irman T, dibantu dua asisten wasit Erman dan Alforki (ketiganya dari Pengda PSSI Sumbar) di atas kertas tuan rumah lebih diunggulkan. Selain faktor tuan rumah dan memiliki nama besar, postur tubuh dan skill anak asuh M Zaini Chaniago dan manajer AKP Indra Junaidi, itu merata. Dan benar, pada menit ke-5 pemain depan PSTS Yuliansyah merobek jala Putra Wijaya yang dikawal Danil.
Gol terbilang cepat itu, tidak membuat anak-anak Putra Wijaya patah arang. Sebaliknya, justru membangkitkan semangat mereka untuk mengejar ketertingalan. Beberapa peluang emas berhasil mereka ciptakan. Sayangnya, tergesa-gesanya dalam penyelesaian akhir, membuat sejumlah peluang yang dibangun dari bawah itu terbuang sia-sia. Hal itu juga dipicu karena disiplinnya barisan pertahanan tuan rumah yang dikoordinir palang pintu Jerry Giovani Gali.
Kerja keras Putra Wijaya akhirnya berbuah hasil lima menit sebelum jedda. Ini setelah wasit Irman memberikan hukuman penalti kepada PSTS, menyusul salah seorang pemain tuan rumah menyentuh bola di kotak terlarang. Hadiah pinalti itu diselesaikan dengan baik oleh kapten tim Yonda. Kedudukan 1-1 bertahan hingga jedda.
Memasuki babak kedua, kedua tim kembali mempertontonkan permainan menarik. Mereka sama-sama berambisi untuk memetik kemenangan perdana. Bahkan, untuk menambah daya gedor, PSTS dan Putra Wijaya sama-sama memasukkan hampir seluruh pemain cadangan. Namun hingga pertandingan usai, kedudukan 1-1 tidak berubah.
Sabtu, 26 Juli 2008
Padang, Padek-- PS Putra Wijaya Tunggul Hitam Padang mengawali Open Turnamen Sepakbola U-19 Fauzi Bahar Cup 2008, di lapangan PSTS Tabiang Padang dengan manis. Dalam laga perdana di Grup A turnamen yang dibuka Walikota Padang Fauzi Bahar, kemarin, Yonda dkk menahan tuan rumah PSTS 1-1 (1-1).
Bagi Putra Wijaya, hasil tersebut jelas sebuah prestasi menggembirakan. Soalnya, menurut Edi Yusa, pelatih tim yang ber-home base di lapangan Yonif 133 Yudha Sakti Padang (belakang Minang Plaza) itu, tim mereka baru saja berdiri beberapa bulan lalu.
”Ya, tim kami memang belum lama terbentuk. Makanya, mampu menahan imbang PSTS yang sudah memiliki nama besar, bagi kami sebuah hasil yang menggembirakan. Mudahan-mudahan ini sebuah pertanda kami bisa melangkah ke babak berikutnya,” ujar Edi Yusa dan diamini manajer tim Wahid kepada Padang Ekspres, usai pertandingan.
Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Irman T, dibantu dua asisten wasit Erman dan Alforki (ketiganya dari Pengda PSSI Sumbar) di atas kertas tuan rumah lebih diunggulkan. Selain faktor tuan rumah dan memiliki nama besar, postur tubuh dan skill anak asuh M Zaini Chaniago dan manajer AKP Indra Junaidi, itu merata. Dan benar, pada menit ke-5 pemain depan PSTS Yuliansyah merobek jala Putra Wijaya yang dikawal Danil.
Gol terbilang cepat itu, tidak membuat anak-anak Putra Wijaya patah arang. Sebaliknya, justru membangkitkan semangat mereka untuk mengejar ketertingalan. Beberapa peluang emas berhasil mereka ciptakan. Sayangnya, tergesa-gesanya dalam penyelesaian akhir, membuat sejumlah peluang yang dibangun dari bawah itu terbuang sia-sia. Hal itu juga dipicu karena disiplinnya barisan pertahanan tuan rumah yang dikoordinir palang pintu Jerry Giovani Gali.
Kerja keras Putra Wijaya akhirnya berbuah hasil lima menit sebelum jedda. Ini setelah wasit Irman memberikan hukuman penalti kepada PSTS, menyusul salah seorang pemain tuan rumah menyentuh bola di kotak terlarang. Hadiah pinalti itu diselesaikan dengan baik oleh kapten tim Yonda. Kedudukan 1-1 bertahan hingga jedda.
Memasuki babak kedua, kedua tim kembali mempertontonkan permainan menarik. Mereka sama-sama berambisi untuk memetik kemenangan perdana. Bahkan, untuk menambah daya gedor, PSTS dan Putra Wijaya sama-sama memasukkan hampir seluruh pemain cadangan. Namun hingga pertandingan usai, kedudukan 1-1 tidak berubah.
Langganan:
Komentar (Atom)
